Tips Pakai Filler Words Bahasa Inggris Biar Lebih Natural

Waktu baca: 6 menit

Apakah lo sering merasa grogi saat harus melakukan percakapan bahasa Inggris dengan orang lain? Tenang, lo gak sendirian karena banyak orang yang juga bingung mencari kata saat berbicara, lalu berakhir dengan mengeluarkan suara eeeee atau aaaaa yang panjang. Nah, salah satu rahasia agar bisa berbicara lebih lancar adalah dengan memanfaatkan filler words bahasa Inggris. Dengan menggunakan kata jeda ini, lo bisa terdengar jauh lebih natural seperti seorang native speaker.

Bayangkan ketika lo sedang asyik mengobrol dengan bestie lo dalam bahasa Indonesia. Lo pasti sering menyelipkan kata-kata seperti kayak, jujurly, atau intinya di tengah-tengah kalimat, bukan? Kata-kata tersebut berfungsi untuk memberikan waktu bagi otak lo untuk berpikir sebelum melanjutkan kalimat berikutnya. Konsep yang sama juga berlaku dalam bahasa Inggris, di mana kata jeda ini sangat membantu menjaga ritme obrolan tetap hidup tanpa ada keheningan yang canggung.

Apa Itu Filler Words Bahasa Inggris?

Secara sederhana, filler words adalah kata atau frasa pendek yang tidak memiliki banyak makna harfiah dalam sebuah kalimat, tetapi digunakan untuk mengisi kekosongan saat berbicara. Jika lo sedang mencari cara melatih speaking english yang efektif, memahami penggunaan kata-kata ini adalah langkah awal yang sangat bagus. Mereka berfungsi sebagai jembatan mental yang membantu lo menyusun kalimat berikutnya tanpa harus menghentikan pembicaraan secara mendadak.

Dalam bahasa Indonesia, kita sangat terbiasa dengan kata-kata pengisi seperti anu, apa sih namanya, atau ya gitu deh. Kehadiran kata-kata ini membuat cara bicara kita terdengar lebih manusiawi dan mengalir santai. Tanpa adanya filler words bahasa Inggris, percakapan lo mungkin akan terdengar terlalu kaku, formal, atau bahkan seperti robot yang sedang membaca teks presentasi.

Namun, perlu diingat bahwa penggunaan kata-kata ini ada seninya. Jika dipakai dengan tepat, lo akan terdengar sangat fasih dan percaya diri. Sebaliknya, jika lo menggunakannya secara berlebihan di setiap kata, lawan bicara lo mungkin akan merasa terganggu atau kesulitan menangkap poin utama dari apa yang sedang lo sampaikan. Oleh karena itu, mari kita bedah satu per satu cara pakainya yang benar.

Mengapa Harus Pakai Filler Words Dibandingkan Eeee?

Saat kita belajar bahasa Inggris, fokus kita sering kali hanya tertuju pada tata bahasa yang sempurna dan kosakata yang rumit. Padahal, dalam situasi nongkrong santai atau diskusi non-formal, kelancaran berbicara jauh lebih dihargai daripada sekadar grammar yang kaku. Ketika lo terjebak mengucapkan suara gumaman seperti eeee dalam waktu yang lama, lawan bicara lo mungkin akan berpikir bahwa lo tidak siap atau tidak tahu apa yang ingin lo katakan.

Mengganti gumaman eeee dengan kata jeda yang tepat akan memberikan kesan bahwa lo sedang menyusun argumen yang cerdas secara natural. Hal ini juga membantu mengurangi kecemasan lo saat berbicara karena lo tahu lo punya waktu ekstra untuk berpikir tanpa merusak estetika dari percakapan bahasa Inggris yang sedang berlangsung. Ini adalah trik psikologis yang sangat berguna untuk meningkatkan rasa percaya diri lo.

Selain itu, menggunakan kata pengisi ini juga membuat lo terdengar lebih akrab dengan budaya populer global. Kebanyakan anak muda di luar negeri menggunakan kata-kata ini dalam komunikasi sehari-hari mereka. Jadi, dengan mempraktikkannya, lo bisa dengan mudah membaur saat melakukan obrolan kasual dengan teman-teman internasional.

5 Filler Words Terpopuler dan Contoh Kalimatnya

Berikut adalah beberapa kata jeda yang paling sering digunakan dalam percakapan sehari-hari beserta contoh penggunaannya agar lo bisa langsung mempraktikkannya.

1. Like (Kayak / Semacam)

Kata ini adalah salah satu filler words yang paling legendaris dan sangat sering digunakan oleh kalangan Gen-Z di seluruh dunia. Biasanya kata ini digunakan ketika lo ingin memberikan ilustrasi, analogi, atau sekadar memberikan jeda singkat di tengah kalimat.

  • I was, like, so shocked when she told me the news. (Gue, kayak, kaget banget pas dia ngasih tahu kabar itu ke gue.)
  • The test was, like, extremely hard for me. (Ujiannya tuh, kayak, susah banget buat gue.)
  • He is, like, the coolest guy in our class. (Dia tuh, kayak, cowok paling keren di kelas kita.)
  • I need to buy some snacks, like, chips and cookies for the movie night. (Gue butuh beli beberapa camilan, kayak, keripik dan kue kering buat nonton film malam ini.)
  • It is going to take, like, five hours to get to Bandung from here. (Bakal butuh waktu, kayak, lima jam buat sampai ke Bandung dari sini.)

2. Actually (Sebenarnya / Jujurly)

Jika lo ingin mengungkapkan fakta baru yang mungkin berbeda dari asumsi orang lain, kata ini adalah pilihan yang sangat tepat. Kata ini memberikan kesan bahwa lo sedang meluruskan sesuatu dengan cara yang halus dan sopan.

  • I actually don not like matcha, even though everyone else does. (Gue sebenarnya gak suka matcha, meskipun orang lain pada suka.)
  • Actually, I have already finished my homework yesterday. (Sebenarnya, gue udah selesai ngerjain PR gue kemarin.)
  • Did you actually meet him in person? (Lo beneran ketemu dia secara langsung?)
  • I thought she was angry, but actually she was just tired. (Gue pikir dia marah, tapi sebenarnya dia cuma capek.)
  • Actually, that is a really good idea for our group project. (Sebenarnya, itu ide yang bagus banget buat projek kelompok kita.)

3. Basically (Pada Dasarnya / Intinya)

Gunakan kata ini ketika lo ingin menyederhanakan penjelasan yang rumit menjadi satu poin penting yang mudah dipahami oleh lawan bicara lo.

  • Basically, we just need to submit the assignment before midnight. (Intinya, kita cuma perlu mengumpulkan tugasnya sebelum tengah malam.)
  • The app is basically a platform for selling preloved clothes. (Aplikasi ini pada dasarnya adalah platform untuk menjual pakaian bekas.)
  • He is basically saying that he cannot come to our party. (Dia intinya bilang kalau dia gak bisa datang ke pesta kita.)
  • Cooking fried rice is basically just mixing everything in a pan. (Masak nasi goreng tuh pada dasarnya cuma mencampur semua bahan di wajan.)
  • Basically, we are lost and need to look at Google Maps. (Intinya, kita tersesat dan perlu melihat Google Maps.)

4. You Know (Kamu Tahu Kan / Kan)

Kata ini digunakan untuk membangun koneksi dengan lawan bicara, seolah-olah berasumsi bahwa mereka sudah memahami situasi atau konteks yang sedang lo bicarakan.

  • It was so dark, you know, because of the power outage. (Gelap banget kemarin, kan, gara-gara mati lampu.)
  • I love this coffee shop because, you know, the aesthetic is so nice. (Gue suka kedai kopi ini karena, lu tahu sendiri kan, estetikanya bagus banget.)
  • She is really smart but, you know, a bit shy to speak up. (Dia pintar banget tapi, ya tahu sendiri kan, agak malu buat berpendapat.)
  • Jakarta is very hot during the day, you know. (Jakarta tuh panas banget kalau siang, kan.)
  • You know, we should definitely do this again next weekend. (Lu tahu kan, kita harus banget ngelakuin ini lagi akhir pekan depan.)

5. I Mean (Maksud Gue / Artinya)

Gunakan frasa ini ketika lo ingin mengklarifikasi, mengoreksi, atau menekankan kembali pernyataan yang baru saja lo sampaikan agar tidak terjadi salah paham.

  • I love studying, I mean, when the subject is interesting. (Gue suka belajar, maksud gue, kalau mata pelajarannya menarik.)
  • She is not rude, I mean, she is just very direct. (Dia gak kasar kok, maksud gue, dia cuma orangnya blak-blakan saja.)
  • We should leave now, I mean, if you are already dressed up. (Kita harus pergi sekarang, maksud gue, kalau lo emang udah rapi dandan.)
  • He is a good singer, I mean, he has a very unique voice. (Dia penyanyi yang bagus, maksud gue, dia punya suara yang unik banget.)
  • I don not want to go to that mall, I mean, it is always too crowded on Sundays. (Gue gak mau pergi ke mal itu, maksud gue, di sana selalu terlalu ramai kalau hari Minggu.)

Tabel Padanan Filler Words dengan Bahasa Indonesia

Untuk mempermudah lo dalam memahami fungsi dari masing-masing kata pengisi di atas, berikut adalah tabel perbandingan praktis yang bisa langsung lo hafalkan di luar kepala saat sedang belajar bahasa Inggris.

Filler Word Inggris Padanan Bahasa Indonesia Kapan Harus Digunakan?
Like Kayak, semacam Saat memberikan perbandingan atau jeda santai.
Actually Sebenarnya, jujurly Saat ingin meluruskan fakta atau menyatakan kejujuran.
Basically Intinya, pada dasarnya Saat ingin merangkum hal rumit menjadi simpel.
You know Kan, lu tahu sendiri kan Saat ingin membuat lawan bicara merasa terhubung.
I mean Maksud gue, maksudnya Saat ingin mengoreksi atau memperjelas ucapan sebelumnya.

Tips Rahasia Agar Tidak Overuse Filler Words

Meskipun kata-kata pengisi di atas sangat membantu lo terdengar natural, ada satu aturan penting yang tidak boleh lo lupakan: jangan berlebihan. Menggunakan kata like di setiap dua kata dalam satu kalimat justru akan membuat lo terdengar tidak profesional dan kurang meyakinkan.

Perhatian Penting

Gunakan filler words hanya saat lo benar-benar membutuhkan waktu sepersekian detik untuk berpikir. Jika lo menggunakannya terlalu sering, hal tersebut justru bisa menunjukkan bahwa lo kurang menguasai topik pembicaraan atau kurang percaya diri dengan kosakata yang lo miliki.

Salah satu trik terbaik untuk melatih kontrol ini adalah dengan merekam suara lo sendiri saat berbicara bahasa Inggris selama dua menit tentang topik apa saja. Setelah itu, dengarkan kembali rekamannya dan hitung berapa banyak kata pengisi yang lo gunakan. Dengan cara ini, lo akan menjadi lebih sadar akan kebiasaan berbicara lo dan bisa menguranginya secara perlahan.

Tips Tambahan: Jika lo benar-benar kehabisan kata-kata di tengah kalimat, cobalah untuk diam sejenak (silent pause) alih-alih terus-menerus bergumam. Diam sejenak selama satu atau dua detik justru bisa memberikan kesan dramatis dan penuh wibawa pada ucapan lo.

Latihan Soal

Uji pemahaman lo tentang penggunaan kata pengisi yang tepat dengan mengisi titik-titik di bawah ini:

  1. I don not like eating spicy food. ..., it makes my stomach hurt. (Gunakan kata untuk menyatakan fakta sebenarnya)
  2. The smartphone is ... a small computer that you can carry in your pocket. (Gunakan kata untuk menyederhanakan definisi)
  3. We should go out sometime, ..., if you are not busy this weekend. (Gunakan kata untuk memperjelas maksud lo)
  1. Actually — Karena kalimat tersebut ingin menjelaskan fakta sebenarnya atau alasan jujur di balik ketidaksukaannya pada makanan pedas.
  2. Basically — Karena kalimat tersebut menyederhanakan konsep teknologi yang rumit menjadi penjelasan yang mudah dipahami.
  3. I mean — Karena pembicara ingin memberikan klarifikasi atau syarat tambahan dari ajakan pergi sebelumnya agar tidak terkesan memaksa.

Kesimpulan

Nah, sekarang lo sudah tahu kan kalau ngomong bahasa Inggris itu gak perlu terlalu kaku seperti sedang ujian lisan di sekolah. Dengan mempelajari cara menggunakan filler words bahasa Inggris secara tepat, lo bisa langsung meningkatkan kualitas cara bicara lo menjadi jauh lebih santai, mengalir, dan tentunya terdengar sangat natural seperti penutur asli.

Kunci utama dari kelancaran berbicara adalah terus mencoba tanpa takut melakukan kesalahan. Jadikan kata-kata pengisi ini sebagai alat bantu lo di kala darurat saat sedang mencari kata yang tepat. Jadi, tunggu apa lagi? Yuk langsung praktikkan trik ini dalam obrolan sehari-hari lo bersama teman-teman sekarang juga!

Posting Komentar

Cookie Consent
We serve cookies on this site to analyze traffic, remember your preferences, and optimize your experience.
Oops!
It seems there is something wrong with your internet connection. Please connect to the internet and start browsing again.
Site is Blocked
Sorry! This site is not available in your country.